<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Enggi Sugiatna&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://enggis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enggis.wordpress.com</link>
	<description>Just share my collection</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 13:55:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='enggis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4b387a1d4142e403258d8100fe1960d0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Enggi Sugiatna&#039;s Blog</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://enggis.wordpress.com/osd.xml" title="Enggi Sugiatna&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://enggis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>GOd vs GOogle ! &#8211; Bag. 3-3</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/09/god-vs-google-bag-3-3/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/09/god-vs-google-bag-3-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 13:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[GOD]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang saya uraikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa Allah itu memiliki tiga atribute yang lebih dikenal dengan -Three O’s Atribute- ialah: 1. Omnipotence = Maha Kuasa 2. Omnisience = Maha Mengetahui 3. Omniprecence = Maha Hadir tetapi tanyalah sama diri sendiri apa manfaatnya bagi saya secara pribadi, apabila saya mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=61&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang saya uraikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa Allah itu memiliki tiga atribute yang lebih dikenal dengan -Three O’s Atribute- ialah:</p>
<p>1. Omnipotence = Maha Kuasa<br />
2. Omnisience = Maha Mengetahui<br />
3. Omniprecence = Maha Hadir</p>
<p><span id="more-61"></span>tetapi tanyalah sama diri sendiri apa manfaatnya bagi saya secara pribadi, apabila saya mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa, Maha Mengetahui ataupun Maha Hadir. Tidak Ada!  Sama seperti juga apabila kita memiliki seorang ayah yang memiliki jabatan tinggi, kekuasaan, maupun kekayaan yang berlimpah ruah, bahkan gelar yang berderet, tetapi tidak memiliki rasa kasih. Ia bukanlah ayah saya! Tanyalah sama diri sendiri, apakah Anda mengasihi ayah Anda, karena kekayaan atau jabatannya? Saya yakin tidak ! Saya pribadi lebih mengutamakan ayah yang memiliki penuh rasa kasih; daripada seorang ayah yang super kaya maupun super kuasa, tetapi tidak memiliki rasa kasih sama sekali.</p>
<p>Hal inilah yang banyak dilupakan orang, bahwa Allah juga memiliki atribute lainnya yang menurut saya jauh lebih penting daripada ketiga atribute tersebut diatas ialah: &#8211; OMNIBEVOLENCE – Allah itu Maha Baik dan Maha Pengasih maupun Maha Penyayang (Ar-Rahim &amp; Ar-Rahman).  Hal ini yang tidak dimiliki oleh komputer/Google. Maka dari itu bagaimana maju maupun hebatnya komputer, hingga kapanpun juga ia tidak akan bisa memiliki perasaan, karena komputer adalah benda mati tanpa jiwa. Komputer tidak akan bisa menjadi Omibevolence – Ar-Rahim &amp; Ar-Rahman, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.</p>
<p>Komputer hanya tertarik akan duit kita, no money no computer !  Kita mengetahui dan juga pernah merasakan maupun menerima berkat dari Allah yang berlimpah di dalam kehidupan ini, tetapi kenyataannya kita lebih mengutamakan dan lebih mementingkan komputer daripada Allah, bahkan kita mau diperbudak oleh Facebook.  Kita tidak bisa menyembah dan mengabdi kepada dua illah, Allah dan berhala (komputer); Tuhan dan Hantu.</p>
<p>Hal inilah yang mendorong saya untuk menulis artikel ini dimana mulai hari ini saya tidak mau dibelenggu atau diperbudak lagi oleh Facebook, Twiter, ataupun Friendster. Dan tanyalah apakah kagak capek tuh ngurusi Facebook terus menerus? Hal inilah yang mendorong Mang Ucup menyatakan talak tiga alias Farewell Facebook, sehingga dengan mana semua message yang dikirim ke Facebook ataupun Twitter untuk Mang Ucup, tidak akan digubris lagi oleh saya.  Saya mengakui, bahwa saya memiliki hobby baca maupun menulis, tetapi mulai hari ini saya pribadilah yang menentukan kapan saya nulis ataupun baca bukannya ditentukan oleh Facebook, Gmail ataupun Yahoo. Saya ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah daripada kepada komputer.</p>
<p>Karena kasih-Nya Tuhan telah bersedia mengorbankan Putera-Nya. Tuhan Yesus yang telah dilahirkan menjadi manusia, untuk menyelamatkan umat manusia. Ia dilahirkan dipalungan kandang sapi s/d akhirnya Ia disalib khusus untuk menebus dosa-dosa kita. Maka dari itu perayaan Natal ini sebenarnya adalah hari perayaan untuk mengingat betapa besarnya Kasih Allah.  Tuhan Yesus bisa menerima Mang Ucup yang penuh dosa dan segala kekurangan saya. Ia mau menerima saya apa adanya, bahkan mau menebus semua dosa-dosa saya.</p>
<p>Hanya sayangnya mang Ucup tidak bisa melihat maupun menyadari kasih yang sedemikian besarnya ini. Boro-boro bisa menyadari, menghargai saja tidak.  Hal ini bisa dilihat dari prilaku saya sendiri, dimana kenyataannya saya lebih banyak mengabdi dan lebih banyak meluangkan waktu untuk komputer/Google daripada untuk Tuhan. Bahwa Allah itu Omnibevolence – Maha Pengasih; bukanlah sekedar slogan kosong, karena kita semua telah dapat merasakan anugerah maupun rasa kasih-Nya yang maha besar.  Sesuai dengan lirik dari lagu Joy Tobing: Allah itu Kasih Dari-Mu Yesus, Tuhan Kurindu semua yang Kau lakukan</p>
<p>Membuat dunia mengerti Kau menunjukkan Allah itu kasih  Yang menjadi pertanyaan apakah kita bisa menghargai Kasih-Nya? Apakah kita berada didalam Kasih-Nya? Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1Yoh 4:16)</p>
<p>Mang Ucup Email: mang.ucupgmail.com</p>
<p>Homepage: www.mangucup.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=61&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/09/god-vs-google-bag-3-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMAN KRISTEN VS LEBAY-ISME</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/iman-kristen-vs-lebay-isme/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/iman-kristen-vs-lebay-isme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 14:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[Denny Teguh Sutandio]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[iman kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lebay]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Perspektif Kristen Menyoroti Sesuatu yang Berlebih-lebihan oleh: Denny Teguh Sutandio I. PENDAHULUAN DAN PRESUPOSISI A. Konsep Sekular Mengenai Manusia Siapa sih manusia? Dunia kita memiliki berbagai konsep tentang siapakah manusia: 1. Manusia adalah Makhluk Ciptaan Tuhan Di abad modern, asal-usul manusia diperdebatkan. Banyak saintis atheis ber“iman” bahwa manusia itu ada melalui teori evolusi dari kera. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=58&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perspektif Kristen Menyoroti Sesuatu<br />
yang  Berlebih-lebihan</p>
<p>oleh: Denny Teguh  Sutandio</p>
<p>I.<br />
PENDAHULUAN DAN  PRESUPOSISI</p>
<p>A.<br />
Konsep Sekular Mengenai Manusia</p>
<p>Siapa sih  manusia? Dunia kita memiliki berbagai konsep<br />
tentang siapakah  manusia:<br />
<span id="more-58"></span><br />
1.<br />
Manusia adalah Makhluk Ciptaan Tuhan</p>
<p>Di  abad modern, asal-usul manusia diperdebatkan. Banyak<br />
saintis atheis ber“iman”  bahwa manusia itu ada melalui teori evolusi dari kera.<br />
Lambat laun, kemajuan  zaman membuktikan bahwa teori itu salah. Charles Darwin<br />
sendiri, sebagai  pencetus teori evolusi, menjelang kematiannya menyadari<br />
kesalahannya, namun  itu sudah terlambat. Maka di era sesudah zaman modern ini,<br />
manusia hampir  bisa dipastikan tidak lagi memercayai teori evolusi,<br />
namun kembali kepada  teori penciptaan. Semua orang dari berbagai agama meyakini<br />
bahwa manusia  diciptakan oleh Tuhan. Selain itu, mereka juga meyakini bahwa<br />
manusia  diciptakan Tuhan secara unik yang berbeda dengan makhluk hidup  lainnya,<br />
seperti binatang dan tumbuhan. Oleh karena itulah, manusia disebut  sebagai<br />
makhluk religius, karena di dalam diri manusia sudah ada bibit Tuhan  di<br />
dalamnya. Sehingga tidak heran kita melihat kucing tidak bisa berdoa,  melainkan<br />
manusia yang berdoa.</p>
<p>2.<br />
Manusia  adalah Makhluk Sosial</p>
<p>Selain sebagai makhluk religius, manusia juga  disebut sebagai<br />
makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia harus  bersosialisasi dengan<br />
sesama. Mereka pada umumnya tidak mau hidup sendiri,  karena mereka membutuhkan<br />
orang lain di dalam hidupnya. Di dalam hidup kita,  kita menjumpai realitas ini.<br />
Seorang anak kecil tidak mungkin bisa melakukan  segala sesuatu jika tidak<br />
dibantu oleh orangtuanya. Namun sayang, manusia  berdosa sering kali<br />
menyalahgunakan konsep ini ke dalam dua konsep ekstrem  yang tidak<br />
bertanggungjawab:</p>
<p>a.<br />
Tidak lagi  membutuhkan bantuan orang lain ketika seseorang beranjak dewasa</p>
<p>Ketika  masih kecil, orang biasanya mengandalkan bantuan orang<br />
lain, khususnya  orangtua. Mengapa? Karena orang tersebut masih KECIL yang tidak<br />
bisa berbuat  apa-apa. Namun, ketika orang tersebut beranjak dewasa, sering kali<br />
mereka  MERASA tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain. Saya menyoroti hal ini<br />
dari  dua sisi. Dari sisi pertama, hal ini tentu baik. Tidak mungkin seorang<br />
dewasa  masih membutuhkan bantuan orangtuanya untuk mengganti pakaiannya  atau<br />
membuatkan susu untuknya. Itu jelas tidak masuk akal. Namun, di sisi  lain,<br />
karena keberdosaan manusia, maka manusia dewasa sudah merasa mampu  berbuat<br />
segala sesuatu dan cenderung hampir membuang orang lain yang mau  membantunya.<br />
Mengapa bisa demikian? Karena mungkin sekali dia trauma dan  curiga dengan<br />
bantuan orang lain yang belum tentu bertanggungjawab. Hal ini  bisa dimaklumi,<br />
tetapi tidak boleh diekstremkan. Memang benar bahwa ada orang  yang membantu<br />
orang lain kadangkala tidak 100% bermotivasi membantu, namun  bermotivasi lain<br />
yang jahat. Tetapi tidak bisa dibenarkan jika karena alasan  ini, maka seseorang<br />
membuang semua bantuan orang lain. Itu sama dengan  mengeneralisasi segala<br />
sesuatu. Hal ini termasuk salah satu  lebay-isme<br />
yang akan saya bahas di Bagian II. Kembali, orang yang terlalu  curiga dan<br />
melihat keburukan orang lain biasanya hampir tidak pernah melihat  keburukan<br />
diri sendiri, yang lebih parah, bukannya tidak mau melihat  keburukan diri,<br />
malahan menyanjung diri sendiri yang tidak seperti orang lain  yang jahat.<br />
Inilah dunia kita yang benar-benar mengerikan.</p>
<p>Bukan hanya  membuang bantuan orang lain, pendapat orang lain<br />
pun dibuangnya. Orang ini  bisa mengajari orang lain bahwa semua saran itu<br />
ditampung, yang baik diambil,  yang buruk dibuang. Namun sayangnya orang yang<br />
sama yang mengajari orang lain  adalah orang yang tidak mau menerima saran dari<br />
orang lain, khususnya saran  yang tidak sesuai dengan konsep berpikirnya. Bagi<br />
orang ini, konsepnya  sendiri yang paling hebat, pandai, dan bijaksana. Meskipun<br />
ada beberapa hal  yang mungkin benar (ada beberapa konsepnya yang cukup<br />
bijaksana), tetapi  kesombongannya (baik yang diakui/disadarinya atau tidak)<br />
mengakibatkan orang  lain akan mencibir dia. Sejujurnya, saya sangat muak dengan<br />
orang seperti  ini.</p>
<p>b.       Membutuhkan<br />
bantuan dan membantu orang lain  untuk mencari keuntungan bagi dirinya.</p>
<p>Ekstrem kedua adalah ada  kecenderungan orang dewasa mungkin<br />
membutuhkan bantuan orang lain, namun  sayangnya motivasi membutuhkan bantuan<br />
itu adalah motivasi jahat, yaitu ingin  mencari keuntungan bagi dirinya. Biasanya<br />
konsep ini berlaku di banyak  perusahaan yang sudah diracuni oleh filsafat<br />
materialisme dan humanisme  atheis. Biasanya di perusahaan tersebut, bos-bos<br />
membutuhkan bantuan dari  orang lain khususnya karyawan untuk memajukan<br />
perusahaannya. Meskipun hal ini  tidak selalu salah, namun sering kali motivasi<br />
ini diekstremkan. Dengan  bertujuan memajukan perusahaannya, maka tidak jarang<br />
bos-bos menekan para  karyawannya. Kesejahteraan karyawan ditekan dan hampir<br />
dihilangkan, sementara  bos-bos hidup dengan enak dan bermewah-mewah. Yang lebih<br />
parah lagi, kalau  bos “Kristen” yang melakukan hal tersebut.</p>
<p>Bukan hanya membutuhkan  bantuan orang lain yang bermotivasi<br />
jahat, orang membantu orang lain pun  tidak menutup kemungkinan bermotivasi<br />
jahat. Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div.  pernah mengajar hal ini dan memberikan<br />
contoh di dalam dunia realitas, yaitu  tentang salesman. Meskipun tidak semua saleman<br />
bermotivasi jahat, namun  banyak salesman<br />
bermotivasi tidak beres. Beliau mencontohkan, kalau di mal  atau plaza, para salesman bank atau air minum jenis<br />
tertentu mempromosikan,  maka isi promosinya selalu baik-baik. Misalnya, “kami<br />
mau membantu bapak”,  “ini untuk kesehatan bapak”, dll. Tetapi benarkah semua<br />
isi promosi tersebut  bermotivasi baik? Pdt. Sutjipto berkata TIDAK, mengapa?<br />
Karena yang mereka  inginkan bukan mau membantu kita, tetapi ingin membantu si<br />
penjual dan  perusahaan di tempat si penjual bekerja. Di balik kata-kata “kami<br />
mau  membantu bapak”, sebenarnya terkandung makna, “kami mau membantu bapak  sejauh/asalkan<br />
bapak membantu kami.” Empat kata di belakang yang saya garis  bawahi di atas<br />
tidak disebutkan, mengapa? Karena justru itulah yang merupakan  realitas asli  si<br />
salesman.</p>
<p>B.<br />
Konsep  Alkitab Mengenai Manusia</p>
<p>Jika konsep dunia hanya mengerti manusia secara  umum, maka<br />
Kekristenan jauh lebih mengerti konsep manusia dengan lebih  limpah. Selain diciptakan<br />
oleh Tuhan, Alkitab mengajar satu prinsip penting  tentang manusia yaitu manusia<br />
adalah dari Allah, oleh Allah, dan untuk Allah.  Artinya:</p>
<p>1.<br />
Manusia: dari Allah</p>
<p>Pertama, manusia  adalah dari Allah. Artinya, manusia itu<br />
diciptakan oleh Allah. Apakah cukup  konsep ini? TIDAK. Manusia itu dari Allah,<br />
bukan sekadar manusia diciptakan  oleh Allah, namun juga keseluruhan hidupnya<br />
adalah dari Allah. Nafasnya dari  Allah, tubuhnya dari Allah, kepandaian dan<br />
kebijaksanaannya dari Allah, dll.  Karena segala sesuatu di dalam diri manusia<br />
adalah milik Allah, maka  sesungguhnya TIDAK ada satu manusia pun yang boleh<br />
membanggakan diri atas apa  pun yang dimilikinya. Di dalam prinsip theologi<br />
Reformasi dan Reformed,  konsep ini disebut Sola<br />
Gratia (hanya oleh anugerah Allah). Meskipun konteks  prinsip theologi ini<br />
berlaku untuk doktrin keselamatan, namun konsep ini  sebenarnya juga berlaku<br />
bagi seluruh aspek kehidupan Kristen. Inilah bedanya  theologi yang berpusat<br />
kepada Allah vs “theologi” yang berpusat kepada  manusia (meskipun seolah-olah<br />
kelihatannya berpusat kepada Allah). Perbedaan  ini bukan sekadar perbedaan<br />
konsep doktrinal, namun juga memengaruhi  perbedaan gaya hidup dan kehidupan sehari-hari.<br />
Orang yang beriman beres yang  memusatkan hidupnya hanya kepada Allah akan<br />
terus-menerus menyadari bahwa apa  pun di dalam diri dan hidupnya adalah dari<br />
Allah, anugerah Allah, sehingga ia  tidak akan berani memegahkan dirinya sendiri<br />
atau bahkan menyanjung diri  sendiri lebih hebat dari orang lain. Jika ia<br />
melayani Tuhan bahkan secara  penuh waktu baik sebagai penginjil, pendeta, dll,<br />
ia terus menyadari bahwa  pelayanan yang dilakukannya adalah dari Allah, hanya<br />
oleh anugerah-Nya saja.  Hal ini mengakibatkan kita makin rendah hati hidup dan<br />
melayani-Nya.  Perhatikan bagaimana Alkitab mengajar hal ini dengan begitu jelas<br />
melalui  teladan hidup seorang rasul Kristus yang paling tersohor, yaitu Rasul<br />
Paulus.  Paulus adalah seorang rasul Kristus yang sangat brilian, namun rendah<br />
hati.  Orang seperti ini makin jarang kita jumpai di abad postmodern. Biasanya<br />
kita  menjumpai orang yang rendah hati namun bodoh atau orang yang sangat  brilian<br />
namun sombongnya bukan main atau yang lebih parah lagi sudah bodoh,  sombong pula,<br />
heheheJ.<br />
Kembali, ketika kita melihat pengajaran Paulus di  dalam kitab-kitab Perjanjian<br />
Baru, kita akan makin merasakan kerendahan hati  yang dia tunjukkan di dalam<br />
hidup dan pelayanan-Nya. Semuanya itu bisa  dilakukannya karena Paulus menyadari<br />
bahwa segala sesuatu baik hidup dan  pelayanannya adalah anugerah Allah. Maka<br />
dapat disimpulkan bahwa: konsep  anugerah di dalam doktrin keselamatan yang<br />
Paulus tekankan memengaruhi konsep  anugerah di dalam kehidupannya sehari-hari<br />
dan terakhir memengaruhi  kerendahan hati yang dimilikinya. Mari kita telusuri<br />
pengajaran dan kehidupan  Paulus ini.</p>
<p>Di dalam Roma 3:23-24, dengan jelas<br />
Paulus mengajar,  “Karena semua orang telah berbuat<br />
dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,  dan oleh kasih karunia telah<br />
dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan  dalam Kristus Yesus.” Di ayat 24 ini, Paulus TIDAK<br />
mengatakan, “dan oleh  kasih karunia dan perbuatan baik telah dibenarkan<br />
dengan cuma-cuma…” Jika  Paulus mengatakan bahwa kita dibenarkan melalui<br />
anugerah dan perbuatan baik,  maka ia tidak konsisten, karena ia menyebutkan<br />
“dengan cuma-cuma.” Pernyataan  “dengan cuma-cuma” (King James Version,<br />
International Standard Version,  Revised Version, Modern King James Version, dan<br />
beberapa terjemahan Inggris  lainnya menerjemahkannya: freely) menyatakan bahwa tidak ada sesuatu di dalam  diri manusia<br />
yang bisa berkenan di hadapan Allah sehingga Allah membenarkan  manusia. Tetapi puji<br />
Tuhan, Paulus adalah rasul Kristus yang konsisten, maka  ia mengatakan bahwa<br />
kita dibenarkan dari dosa-dosa kita oleh anugerah Allah  dengan cuma-cuma. Jadi,<br />
meskipun tidak ada tambahan kata “saja” atau “hanya”  di ayat 24 ini, artinya tetap sama,<br />
yaitu kita dibenarkan oleh Allah oleh  anugerah Allah (bukan melalui perbuatan<br />
baik atau ditambah perbuatan baik).  Mengapa bisa sama? Karena ada pernyataan<br />
terakhir di ayat 24, “dengan  cuma-cuma.”</p>
<p>Konsep anugerah di dalam doktrin<br />
keselamatan yang Paulus  ajarkan memengaruhi konsep anugerah di dalam kehidupan<br />
sehari-harinya. Di  dalam Roma 7:1-25, kita membaca penjelasan Paulus secara<br />
panjang lebar kaitan  antara hukum (Taurat) dengan dosa yang membelenggu<br />
kehidupan Paulus dan  manusia. Dengan adanya hukum tidak menjamin manusia tidak<br />
berdosa, bahkan  mungkin sekali bisa mengakibatkan manusia lebih sering berdosa.<br />
Mengapa  demikian? Karena hukum diberikan bukan untuk menjamin manusia tidak<br />
berdosa,  namun sebagai standar moral tentang apa yang baik dan jahat. Ringkasan<br />
semua  pergumulan ini diungkapkan Paulus di ayat 24-25, “Aku, manusia celaka! Siapakah  yang akan<br />
melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus  Kristus,<br />
Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi  dengan<br />
tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.”</p>
<p>Dan terakhir, semua  konsep anugerah ini<br />
mengakibatkan Paulus makin rendah hati di dalam hidup dan  pelayanannya. Dengan<br />
kata lain, ia bermegah hanya di dalam Tuhan. Konsep  bermegah di dalam Tuhan ini<br />
saja ditekankan 2x oleh Paulus di dalam surat  Korintus. Di dalam 1 Korintus<br />
1:31 (bdk. 2Kor. 10:17), Paulus mengutip  Yeremia 9:24, “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia<br />
bermegah di dalam  Tuhan.” Sebenarnya di dalam Yeremia 9:23-24, Tuhan berfirman, “Beginilah firman  TUHAN: &#8220;Janganlah<br />
orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah  orang kuat bermegah<br />
karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena  kekayaannya, tetapi<br />
siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang  berikut: bahwa ia<br />
memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang  menunjukkan kasih setia,<br />
keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya  itu Kusukai, demikianlah<br />
firman TUHAN.&#8221;” Di dalam dua ayat ini, Tuhan membawa  kita untuk melihat tiga kehebatan<br />
manusia yang sering manusia banggakan lalu  dikontraskan dengan kedahsyatan<br />
Allah. Tiga kehebatan manusia itu adalah:  kebijaksanaan, kekuatan, dan<br />
kekayaan. Ketiga kehebatan manusia itu dianggap  sampah oleh Tuhan, karena Allah<br />
adalah Allah yang jauh melebihi ketiga  kehebatan tersebut (bdk. 1Kor. 1).</p>
<p>Sedangkan orang (bahkan tidak menutup  kemungkinan banyak<br />
orang “Kristen” di dalamnya) yang memusatkan hidupnya pada  filsafat manusia<br />
berdosa selalu memiliki konsep berpikir, gaya hidup, dan  pola hidup duniawi.<br />
Jangan heran, biasanya orang ini selalu menampilkan  kehebatan diri karena<br />
melebihi orang lain. Kalau pun orang lain tidak mau  mengakui kelebihannya, ia<br />
akan menonjolkan dan menyanjung diri. Sebenarnya  orang ini sangat mengasihankan<br />
dan perlu dirawat di rumah sakit karena  mungkin orang ini mengidap penyakit<br />
narsis yang susah disembuhkan,  heheheJ</p>
<p>Bagaimana dengan kita sendiri? Kita telah mempelajari  teladan<br />
hidup Paulus yang rendah hati karena dipengaruhi oleh konsep anugerah  dalam<br />
keselamatan dan kehidupan sehari-hari. Apa yang menjadi respons kita?  Apakah<br />
kita terlalu banyak mengamini konsep anugerah di dalam doktrin  keselamatan yang<br />
telah kita pelajari baik dari buku maupun kuliah theologi,  namun tidak lagi<br />
mengamini dan mengaplikasikan konsep anugerah itu di dalam  kehidupan kita<br />
sehari-hari? Yang paling menakutkan adalah orang Kristen  bahkan hamba Tuhan<br />
yang sudah kuliah theologi bahkan bergelar theologi,  kemudian tidak lagi rendah<br />
hati karena merasa sudah tahu banyak  theologi.</p>
<p>2.<br />
Manusia: oleh Allah</p>
<p>Setelah  menyadari bahwa hidup umat Tuhan adalah anugerah<br />
Allah, maka orang Kristen  harus menyadari juga bahwa hidupnya itu oleh Allah.<br />
Berarti segala sesuatu di  dalam hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan ada di<br />
dalam kontrol Allah yang  berdaulat. Kontrol Allah yang berdaulat ini TIDAK<br />
mengakibatkan manusia  menjadi robot. Kontrol Allah yang berdaulat tetap<br />
mengizinkan bahkan menuntut  tanggung jawab manusia jika manusia tidak taat<br />
kepada-Nya. Kontrol Allah yang  berdaulat juga menuntun kita untuk TIDAK berfokus<br />
pada kehendak kita, tetapi  lebih kepada Allah dan kehendak-Nya yang berbeda<br />
dari kehendak kita. Hal ini  membuat kita pun tidak sombong dan terus berpaut<br />
kepada-Nya, karena segala  hal yang kita pikirkan, katakan, dan perbuat yang<br />
tidak kita duga sebelumnya  dan yang memuliakan-Nya adalah hasil karya Allah<br />
yang berdaulat. Mari kita  simak contoh nyatanya di dalam Alkitab. Setelah<br />
menjelaskan bahwa kita harus  bermegah di dalam Tuhan (1Kor. 1:31), Paulus<br />
langsung mengimplikasikan  contohnya melalui apa yang ia perbuat di dalam 1<br />
Korintus 2:1-5, “Demikianlah  pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku<br />
tidak datang dengan  kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan<br />
kesaksian Allah  kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui<br />
apa-apa di  antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku<br />
juga telah  datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.<br />
Baik  perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata  hikmat<br />
yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya  iman kamu<br />
jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.”  Paulus menyadari bahwa segala perkataan dan tindakannya adalah murni<br />
Allah  yang berkarya.</p>
<p>Bukan hanya perkataan dan tindakan, di dalam pelayanan  pun,<br />
Paulus mengalami cara kerja Allah yang di luar dugaannya. Perhatikan  kisahnya<br />
di dalam Kisah Para Rasul 16:5-10, “Demikianlah jemaat-jemaat  diteguhkan dalam iman dan makin lama makin<br />
bertambah besar jumlahnya. Mereka  melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia,<br />
karena Roh Kudus mencegah mereka  untuk memberitakan Injil di Asia. Dan<br />
setibanya di Misia mereka mencoba masuk  ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus<br />
tidak mengizinkan mereka. Setelah  melintasi Misia, mereka sampai di Troas.<br />
Pada malam harinya tampaklah oleh  Paulus suatu penglihatan: ada seorang<br />
Makedonia berdiri di situ dan berseru  kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke<br />
mari dan tolonglah kami!” Setelah  Paulus melihat penglihatan itu, segeralah<br />
kami mencari kesempatan untuk  berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan<br />
itu kami menarik kesimpulan,  bahwa Allah telah memanggil kami untuk<br />
memberitakan Injil kepada orang-orang  di sana.” Di dalam 5 ayat ini, ada dua kali dikatakan bahwa Roh Kudus (atau  Roh<br />
Yesus) mencegah atau tidak mengizinkan mereka (Paulus dan Silas).  Berarti,<br />
kehendak Paulus dan Silas yang ingin memberitakan Injil di daerah  Asia dilarang<br />
oleh Roh Kudus. Pdt. Dr. Stephen Tong pernah bertanya, mengapa  Roh Kudus<br />
melarang/mencegah orang memberitakan Injil. Dari jawaban beliau,  saya menangkap<br />
satu kesimpulan bahwa alasannya adalah karena Roh Kudus jauh  lebih mengerti<br />
ketimbang apa yang manusia mengerti. Mengutip Pdt. Dr. Stephen  Tong, Roh Kudus<br />
mengetahui bahwa jika Petrus yang diutus ke daerah Eropa,  maka ia tidak akan<br />
bisa berkhotbah dan berdebat dengan orang-orang di sana,  karena Petrus bukan<br />
orang yang menguasai filsafat Yunani, sedangkan Paulus  adalah rasul Kristus<br />
yang menguasai filsafat Yunani, sehingga ia bisa  berdebat dan beradu argumen di<br />
dalam penginjilan kepada orang-orang Yunani di  Atena (Kis. 17:16-34).</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Masihkah hidup kita  difokuskan hanya<br />
bagi diri sendiri, meskipun kita mengklaim diri “Kristen”  bahkan aktivis<br />
gereja? Orang Kristen yang beres selain menyadari bahwa  hidupnya dari Allah, ia<br />
harus menyadari bahwa hidupnya oleh Allah. Artinya,  ia harus merelakan hidupnya<br />
terus diproses oleh Allah untuk menggenapkan  kehendak-Nya. Merelakan hidup<br />
diproses-Nya membutuhkan suatu kerelaan hati  dan kesiapan hati melihat cara<br />
kerja Allah yang jauh melampaui cara kerja  manusia. Cara kerja manusia biasanya<br />
selalu statis, namun tidak demikian  dengan cara kerja Allah. Cara kerja Allah<br />
meskipun didasarkan pada rencana  kekal-Nya, Ia bekerja dengan cara dinamis bagi<br />
umat-Nya. Hubungan Allah  dengan umat-Nya tidak didasarkan pada hubungan statis,<br />
namun dinamis. Ini  bukan hanya konsep saja, saya sendiri mengalami apa yang<br />
dikerjakan Allah  benar-benar mencengangkan bagi saya dan di luar pikiran saya.<br />
Kadang Ia  mendadak mencerahkan saya beberapa prinsip dan membentuk saya. Itu<br />
semua di  luar kendali saya. Tetapi JANGAN pakai alasan ini, lalu menerapkan<br />
semuanya  secara tidak bertanggungjawab di dalam struktur organisasi. Ada hamba<br />
Tuhan  yang suka mengutip perkataan Pdt. Dr. Stephen Tong tentang “dinamis”,<br />
lalu  menerapkannya di dalam struktur organisasi, akibatnya, hampir tidak  ada<br />
bedanya antara dinamis dengan tidak ada rencana atau bahkan lupa. Gereja  memang<br />
tidak boleh memutlakkan struktur organisasi lebih daripada pentingnya  Firman,<br />
tetapi tidak berarti struktur organisasi bisa seenaknya sendiri  dipermainkan<br />
(apalagi dengan rasionalisasi: “dinamis”). Seorang rekan saya  yang adalah pendeta<br />
yang bertheologi Reformed dari Gereja Bethel Tabernakel  mengeluh kepada saya<br />
bahwa ia sangat sulit mengundang hamba Tuhan dari gereja  tertentu yang<br />
berdenominasi Reformed karena ia pernah mengundang hamba Tuhan  tertentu dari<br />
gereja tersebut namun mendadak hamba Tuhan itu menelpon rekan  saya ini untuk<br />
membatalkannya. Ada juga hamba Tuhan di gereja yang  berdenominasi Reformed<br />
tersebut yang mengaku kepada saya bahwa ia pernah  diundang berkhotbah di sebuah<br />
kampus Kristen terkenal di Surabaya dan ia  menyanggupinya. Undangan itu sudah<br />
dia terima cukup lama, namun mendadak  karena urusan organisasi gereja yang<br />
mengharuskan ia mengutamakan pelayanan  di gereja di tempat dia melayani, maka undangan<br />
berkhotbah di kampus Kristen  tersebut terpaksa dibatalkan. Dalam hal ini, saya<br />
TIDAK menyalahkan si hamba  Tuhan, tetapi menyalahkan struktur organisasi yang<br />
tidak beres dan egois!  Apakah ini yang dinamakan dinamis? Atau sebenarnya tidak<br />
ada rencana atau  bahkan mungkin lupa? Saya ngeri melihat beberapa orang Kristen<br />
bahkan  Reformed (bahkan ada juga hamba Tuhan dan anak majelis/pengerja gereja)<br />
yang  sembarangan memakai istilah agung demi keuntungannya sendiri (baik<br />
disengaja  maupun tidak disengaja). Belajarlah untuk tidak  mengkambinghitamkan<br />
istilah-istilah agung di dalam rohani, seperti: bergumul,  dinamis, dll untuk<br />
menutupi ketidakbertanggungjawaban dan nafsu diri  yang berdosa! Jika lupa,<br />
katakan lupa, jangan pakai alasan “dinamis.” Kalau  memang itu hasrat diri yang<br />
berdosa yang ingin cari pasangan hidup yang beda  agama, bicaralah terus terang<br />
dan jujur, jangan pakai istilah “lagi  bergumul.” Yang seperti itu tidak perlu<br />
bergumul, karena jelas-jelas melawan  Alkitab! Bergumul adalah tindakan<br />
seseorang yang sudah tahu kebenaran dan  siap berisiko di dalam kebenaran itu,<br />
tetapi masih ingin berjuang melawan  nafsu diri yang berdosa yang terus<br />
merayunya. Nah kalau di dalam diri orang  tertentu tidak mau berjuang<br />
melawan nafsu diri yang berdosa, malahan ingin  masuk ke dalamnya (dengan alasan<br />
cocok), ya, tidak usah pakai istilah  “bergumul” lah, itu benar-benar memalukan<br />
dan menjijikkan! Orang Kristen  khususnya yang mengklaim diri Reformed,<br />
belajarlah  mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang dikatakannya, jangan<br />
meniru  orang-orang postmodern yang seenaknya sendiri mempergunakan perkataan<br />
tanpa  mengerti arti di balik perkataan  itu.</p>
<p>3..<br />
Manusia: untuk Allah</p>
<p>Manusia yang  hidupnya difokuskan pada rencana dan kehendak-Nya, maka<br />
secara otomatis,  hidupnya hanya difokuskan untuk memuliakan-Nya. Ini adalah<br />
tujuan akhir  manusia Kristen yang normal. Mengutip perkataan Pdt. Erastus<br />
Sabdono, D.Th.  di dalam judul artikelnya di website GBI Rehobot: Manusia yang<br />
Normal bagi  Allah, maka manusia Kristen bisa disebut normal tatkala mereka<br />
hidup bagi  Allah, bukan bagi diri sendiri. Jangan berani mengklaim diri Kristen<br />
apalagi  Reformed, kalau hidupnya masih untuk diri sendiri. Bagaimana  memiliki<br />
kehidupan yang diperuntukkan untuk kemuliaan  Allah?</p>
<p>a)<br />
Menyadari Status Kita</p>
<p>Hidup  yang<br />
memuliakan-Nya didasarkan pada kesadaran kita bahwa siapakah kita  sebenarnya di<br />
hadapan-Nya. Alkitab mengajarkan bahwa kita adalah manusia yang  dicipta<br />
segambar dan serupa dengan-Nya, namun manusia ini telah berdosa dan  rusak<br />
total, sehingga tidak ada jalan lain bagi manusia untuk diselamatkan.  Allah<br />
dalam kedaulatan dan keadilan-Nya seharusnya menghukum semua manusia  akibat<br />
dosa, namun karena kasih-Nya, Ia rela mengasihi manusia yang telah  dipilih-Nya<br />
untuk diselamatkan-Nya dengan mengutus Putra Tunggal-Nya,  Tuhan Yesus Kristus<br />
untuk menebus dosa-dosa manusia pilihan-Nya, sehingga  mereka dibenarkan di<br />
hadapan Allah dan memperoleh keselamatan kekal. Setelah  diselamatkan oleh<br />
penebusan Kristus, Roh Kudus diutus untuk mengefektifkan  karya penebusan<br />
Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya agar mereka bertobat  dan menjadi<br />
percaya. Karya keselamatan inilah yang mengakibatkan kita bukan  lagi berada di<br />
dalam status kegelapan (anak setan), melainkan menjadi  anak-anak terang yang<br />
dipilih Allah sebelum dunia dijadikan. Karya  keselamatan ini pula yang<br />
mengakibatkan kita terus berusaha hidup untuk Allah  saja sebagai respons ucapan<br />
syukur kita atas  anugerah-Nya.</p>
<p>b)<br />
Berkomitmen Menyerahkan Seluruh  Hidup Kita bagi Kemuliaan-Nya</p>
<p>Setelah menyadari<br />
status kita, langkah  kita selanjutnya adalah kita berkomitmen menyerahkan<br />
seluruh hidup kita bagi  kemuliaan-Nya. Berarti, kita bukan hanya menyadari<br />
status kita dan terlena di  dalamnya, namun kita bangkit dan terus berusaha<br />
hidup bagi kemuliaan-Nya  dengan menyerahkan seluruh hidup kita dipakai bagi<br />
kemuliaan-Nya. Dengan  demikian, Allah lah yang berdaulat menguasai hidup kita<br />
sehari-hari melalui  firman-Nya, Alkitab dan pimpinan Roh Kudus. Pdt. Thomy J.<br />
Matakupan, M.Div.  di dalam salah satu kuliahnya tentang Surat Ibrani di Sekolah<br />
Theologi  Reformed Injili Surabaya (STRIS) Andhika pernah berujar bahwa orang<br />
Kristen  paling mudah memercayai Allah sebagai Pencipta, namun sangat sulit<br />
memercayai  Allah sebagai Pemelihara. Mengapa? Karena penciptaan Allah tidak  ada<br />
kaitannya dengan hidup sehari-hari, namun pemeliharaan Allah sangat  berkaitan<br />
secara langsung dengan hidup sehari-hari. Ketika pemeliharaan Allah  sangat<br />
berkaitan secara langsung dengan hidup kita sehari-hari, maka kita  menjadi pribadi<br />
yang benar-benar egois. Keegoisan kita ditandai dengan  tindakan kita marah jika<br />
Tuhan menguasai hidup kita. Mungkin kita tidak  berani secara eksplisit<br />
mengatakannya, karena kita sungkan mengakuinya. Namun  sadar atau tidak sadar,<br />
iblis terus merayu kita untuk tidak lagi mengizinkan  Allah berdaulat atas hidup<br />
kita dan kita pun dengan mudahnya terpengaruh oleh  bujuk rayu iblis tersebut. Mengapa<br />
bisa demikian? Karena kita percaya bahwa  hidup kita diatur oleh kita sendiri. Hal<br />
tersebut tidak akan terjadi jika  pertama-tama kita menyadari status kita (bdk.<br />
poin a di atas). Namun  sayangnya, kita yang tidak mengakui pemeliharaan Allah<br />
adalah orang Kristen  yang sebenarnya tidak menyadari statusnya atau mungkin<br />
sekali orang “Kristen”  palsu yang sedang menyamar sebagai pengikut Kristus di<br />
dalam gereja.  Berwaspadalah!</p>
<p>c)<br />
Berusaha Mematikan Kehendak dan  Kemuliaan Diri demi<br />
Kemuliaan-Nya</p>
<p>Setelah kita berkomitmen menyerahkan  hidup kita bagi kemuliaan-Nya, maka<br />
langkah selanjutnya adalah kita berusaha  mematikan kehendak dan kemuliaan diri<br />
demi kemuliaan-Nya. Mematikan kehendak  dan kemuliaan diri tidak berarti kita<br />
menghilangkan kehendak kita sama  sekali, sehingga kita tidak memiliki kehendak.<br />
Jangan dibodohi oleh agama  Timur. Jika ada orang yang mengatakan bahwa ia tidak<br />
memiliki kehendak apa  pun, di titik pertama, orang tersebut secara tidak sadar<br />
sedang memiliki  kehendak untuk mengatakan bahwa ia tidak memiliki kehendak apa<br />
pun. Suatu  kontradiksi pemikiran yang lucu dan memalukan! Mematikan kehendak<br />
dan  kemuliaan diri identik dengan menyangkal diri. Pdt. Dr. Stephen Tong  dengan<br />
tepat sekali mendefinisikan menyangkal diri sebagai tindakan mencintai  apa yang<br />
Tuhan cintai dan membenci apa yang Tuhan benci. Ketika kita telah  dan<br />
terus-menerus berkomitmen menyerahkan hidup kita bagi kemuliaan-Nya,  maka<br />
secara otomatis, hati kita terus dibakar oleh api Roh Kudus untuk  makin<br />
mencintai apa yang Tuhan cintai dan membenci apa yang Tuhan benci. Di  saat itu<br />
pulalah, dengan bantuan Roh Kudus, kita terus-menerus mampu  mematikan kehendak<br />
kita yang melawan-Nya dan juga mematikan kemuliaan diri  kita agar kemuliaan dan<br />
kehendak-Nya sajalah yang diutamakan. Mematikan  kehendak dan kemuliaan diri<br />
memang tidak mudah. Mengapa? Karena dunia kita  sedang meracuni kita dengan ide<br />
berpikir positif dan pengembangan diri yang  selalu berorientasi pada kehebatan<br />
manusia. Oleh karena itu, Roh Kudus terus  membimbing kita untuk bisa mematikan<br />
kehendak dan kemuliaan diri melalui  firman Allah (Alkitab) dan pimpinan-Nya<br />
setiap hari dalam hidup kita. Yang  menjadi tugas kita selanjutnya adalah peka<br />
terhadap pimpinan Roh Kudus dan  rajin membaca Alkitab. Itulah cara bagaimana<br />
kita terus berusaha mematikan  kehendak dan kemuliaan  diri.</p>
<p>II.<br />
EKSTREM:  LEBAY</p>
<p>Jika hidup manusia<br />
Kristen yang normal adalah hidup untuk  memuliakan Allah, maka apa yang menjadi<br />
hambatannya? Salah satu hambatannya  adalah sikap lebay. Apa itu lebay? Apa<br />
penyebabnya? Apa ruang lingkupnya?  Siapa sajakah yang termasuk orang-orang lebay itu? Apa akibatnya? Mari  kita<br />
mengertinya.</p>
<p>A.<br />
Definisi Lebay</p>
<p>Apa itu lebay?  Jangan mencari kata ini di dalam Kamus<br />
Besar Bahasa Indonesia, karena dijamin  tidak akan ada! HeheheJ So, apakah lebay itu? Lebay adalah suatu sikap  berlebih-lebihan yang ditunjukkan oleh<br />
orang-orang tertentu. Artinya, sikap  lebay<br />
adalah sikap yang melebihi batas normal seorang manusia. Jika  diekstremkan<br />
dan dibesar-besarkan (di-lebay-kan),<br />
seorang lebay bisa  dikategorikan<br />
sebagai orang gila yang cocok dimasukkan ke rumah sakit  jiwa.</p>
<p>B.<br />
Penyebab Lebay</p>
<p>Nah,  pertanyaannya<br />
adalah mengapa seseorang bisa lebay?<br />
Apa yang  menyebabkannya? Saya menyoroti ada tiga  penyebab:</p>
<p>1.<br />
Pendidikan dan Tradisi  Orangtua</p>
<p>Tindakan seorang<br />
anak tidak bisa dilepaskan dari pengajaran  orangtuanya. Pdt. Sutjipto Subeno,<br />
M.Div. menyebutnya sebagai first  decree<br />
(dekrit pertama) dari orangtua kepada anak. Jika anaknya seorang  lebay, maka mungkin bisa diduga<br />
(salah satu atau semua) orangtuanya adalah  seorang lebay. Mungkin penyebab ini sangat jarang dijumpai di dunia  kita,<br />
tetapi bukan berarti hal ini tidak ada. Jika seorang anak dari kecil  sudah<br />
dibiasakan oleh gaya hidup lebay dari<br />
salah satu orangtuanya, maka  jangan heran, anak tersebut ketika tumbuh dewasa, mungkin<br />
sekali ia akan  menjadi seorang lebay.<br />
Meskipun hal ini tidak 100% benar, namun  kecenderungannya masih mungkin<br />
terjadi.</p>
<p>Di dalam hal<br />
pendidikan  orangtua, ada orangtua yang mendisiplin anaknya secara ekstrem,<br />
sehingga  anak-anaknya ikut tertular penyakit lebay tersebut dan ketika menjadi orangtua  lagi, orang ini ikut lebay di dalam mendisiplin anaknya.<br />
Misalnya, pendidikan  orangtua mendisiplin anaknya untuk tidak makan apa pun menjelang<br />
makan siang.  Alhasil anaknya yang sudah diindoktrinasi oleh pendidikan seperti<br />
ini  memiliki kebiasaan untuk memutlakkan pendidikan tersebut sampai anak  ini<br />
menikah dan memiliki anak, meskipun untungnya konsep ini  tidak<br />
diindoktrinasikan kepada anaknya. Memiliki prinsip tidaklah salah,  tetapi kita<br />
mesti membedakan manakah prinsip yang sangat penting/primer  dengan yang<br />
sekunder. Prinsip yang penting/primer HARUS dipertahankan, namun  prinsip<br />
sekunder TIDAK perlu dipertahankan. Belajarlah bijaksana untuk  bersikap paradoks<br />
dan jangan menjadi orang-orang freak!</p>
<p>Di dalam  hal<br />
tradisi, biasanya hal ini terjadi pada tradisi Tionghoa yang sarat  dengan<br />
pemberhalaan tradisi. Meskipun TIDAK semua orang keturunan  Tionghoa<br />
memberhalakan tradisi, namun tetap ada orang-orang Tionghoa (bahkan  “Kristen”)<br />
yang memberhalakan tradisi meskipun mereka tidak mengakuinya  secara eksplisit.<br />
Tradisi keluarga inilah yang mengakibatkan tindakan lebay  seorang anak ketika ia bertumbuh dewasa kelak. Contoh: tradisi<br />
Tionghoa  (entah dari sebelah mana) mengajarkan bahwa angka 4 (si) itu berarti mati, maka  ada satu<br />
pemilik mal di Surabaya yang lebay<br />
dan menerapkan konsep yang  sudah diindoktrinasikan oleh tradisi lalu tidak<br />
meletakkan angka 4 di lantai  mal yang dibangunnya. Juga ada orang tua yang biasanya<br />
berasal dari Tiongkok  asli yang memercayai mati-matian (tanpa menggunakan<br />
rasio) tentang  beruntungnya warna merah, sehingga konsep ini diindoktrinasikan<br />
mati-matian  kepada anaknya. Jangan heran, anaknya ini, meskipun ada yang sudah<br />
menjadi  “Kristen”, masih percaya pada warna merah sebagai warna keberuntungan,<br />
maka  ia akan mencari seprei warna merah kalau ia menikah. Tindakan lebay seperti ini  jelas tidak masuk<br />
akal. Secara akal, mana ada hubungannya antara angka dengan  kematian, warna<br />
dengan keberuntungan, dll? Tetapi semuanya  dihubung-hubungkan. Harap maklum,<br />
agama mistik tetap saja mistik,  heheheJ</p>
<p>2.<br />
Karakter  Perfeksionis-Otoriter</p>
<p>Penyebab kedua<br />
dari tindakan lebay adalah  masalah<br />
karakter. Karakter perfeksionis-otoriter dari seseorang yang  menyebabkan orang<br />
tersebut menjadi lebay. Seorang yang<br />
berkarakter  perfeksionis adalah orang yang menginginkan segala sesuatu harus<br />
sempurna  dalam segala sesuatu, bahkan hal-hal terkecil sekalipun. Mungkin<br />
konsep ini  diimpor dari konsep Kekristenan yang disalahtafsirkan. Kekristenan  memang<br />
mengajarkan kesempurnaan, tetapi ingatlah, kesempurnaan itu terjadi di  Sorga<br />
(bukan di dunia)! Di dunia ini, anak-anak Tuhan mengalami apa yang  disebut<br />
sebagai proses menuju kesempurnaan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.  Orang bahkan<br />
orang Kristen yang mati-matian menekankan dan mementingkan  kesempurnaan bahkan<br />
untuk hal-hal tidak penting itulah yang mengakibatkan  orang lebay. Orang ini tidak akan mau orang<br />
lain berbeda dari dirinya, karena  bagi orang lebay ini, orang lain itu salah dan dirinya sendiri yang  paling<br />
benar (meskipun hal ini tidak ditekankannya secara eksplisit).  Selain<br />
perfeksionis, tindakan lebay ini<br />
disebabkan oleh karakter otoriter  dalam diri orang itu. Orang yang otoriter<br />
berarti orang ini mau agar orang  lain menuruti semua permintaannya, seperti<br />
orang lain itu pembantunya dan dia  adalah raja/ratunya! Jika boleh disamakan,<br />
seorang otoriter bisa disebut  orang egois! Yang lebih parah lagi, jika kedua<br />
karakter ini digabungkan:  perfeksionis dan otoriter, plus mengaku diri<br />
“Kristen.” Jika kedua karakter  ini digabungkan, maka keluarlah tindakan lebay. Jangan harap orang ini akan  menolerir<br />
segala kesalahan sekunder dari orang lain, karena itu tidak ada di  dalam kamus<br />
seorang  lebay!</p>
<p>3.<br />
Paranoid</p>
<p>Penyebab terakhir  seorang lebay<br />
adalah paranoid. Trauma akan masa lalu dan ketakutan yang  berlebihan mengakibatkan<br />
seseorang menjadi seorang lebay.<br />
Misalnya,  seseorang trauma dengan pengalamannya masa lalu yang mengalami<br />
kecelakaan,  maka biasanya ia akan bersikap lebay<br />
di dalam segala sesuatu, karena takut  kejadian kecelakaan yang dialaminya<br />
dahulu terulang kembali. Tindakan lebay  yang<br />
saya maksud di sini BERBEDA dari sikap berhati-hati. Kita memang  perlu<br />
berhati-hati di dalam segala sesuatu, namun jangan menjadi lebay. Lebay  bukan solusi<br />
dari trauma dan paranoid, tetapi hanya menambah masalah saja,  heheheJ</p>
<p>C.<br />
Ruang Lingkup Lebay</p>
<p>Setelah  mengerti<br />
penyebab lebay, maka kita akan<br />
mencoba mengerti ruang  lingkup/wilayah di mana seseorang bisa bersikap  lebay:</p>
<p>1.<br />
Prinsip dan Iman</p>
<p>Ruang lingkup<br />
pertama  yang saya akan soroti adalah masalah prinsip dan iman. Meskipun sangat<br />
jarang  orang yang lebay dalam masalah<br />
prinsip dan iman, karena dunia kita adalah  dunia postmodern yang merayakan<br />
pluralitas. Namun bukan berarti tidak ada  orang yang lebay dalam masalah prinsip dan iman. Yang lebih parah adalah  jika<br />
orang lebay ini adalah orang Kristen<br />
(mengaku Reformed pula) dan  pendeta/hamba Tuhan. Biasanya orang ini memutlakkan<br />
suatu iman dan prinsip  tertentu yang sebenarnya bukan hal-hal esensial yang<br />
Alkitab ajarkan. Saya  akan memberikan contoh riilnya.  Pertama, tentang prinsip. Orang  Kristen<br />
tertentu ada yang terlalu melebaykan<br />
prinsip hidupnya. Misalnya,  ada seorang yang mengatakan prinsip hidupnya bahwa<br />
ia tidak akan makan apa  pun (makanan ringan) menjelang makan siang. Mungkin<br />
prinsip ini ada sisi  benarnya, karena kalau kita sudah nyemil, maka kita akan kekenyangan menjelang  makan siang. Namun<br />
tidak berarti prinsip ini 100% benar. Prinsip ini sedikit  mengandung unsur<br />
kebenaran, namun TIDAK perlu dimutlakkan seperti kita  memutlakkan prinsip Kristen<br />
bahwa Kristus satu-satunya  Juruselamat.</p>
<p>Contoh kedua, ada<br />
pendeta Reformed yang mengajar  di atas mimbar bahwa gereja yang tidak<br />
menjalankan baptisan anak/bayi itu  sesat. Waktu saya mendengar pernyataan itu,<br />
saya tertawa, karena pengajaran  tersebut jelas kurang dapat<br />
dipertanggungjawabkan. Tidak ada satu ayat  Alkitab yang memutlakkan maupun<br />
melarang praktek baptisan anak. Namun dengan  otoritas siapakah si pendeta ini<br />
berani mengajar demikian?</p>
<p>Contoh ketiga,<br />
pendeta yang sama yang sering kali mengerti  theologi Reformed secara<br />
sepihak dan subyektif ini memiliki prinsip-prinsip  yang aneh. Di gereja di<br />
tempat dia menggembalakan, tidak ada satu hamba Tuhan  dari gereja lain<br />
(meskipun bertheologi sama) yang diundangnya. Mengapa?  Alasannya, hal tersebut<br />
adalah aturan dari gereja pusat. Namun, fakta  menunjukkan gereja tersebut yang<br />
memiliki cabang di Singapore pernah  mengundang pengkhotbah dari luar. Ini<br />
membuktikan ketidakkonsistenan  prinsipnya sendiri. Saya berani menyimpulkan, biasanya<br />
orang lebay kalau  membangun paradigma<br />
selalu berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Oleh karena  itu, berhentilah menjadi<br />
orang  lebay.</p>
<p>2.<br />
Perkataan</p>
<p>Wilayah kedua  yang<br />
dikuasai oleh seorang lebay adalah<br />
perkataan. Biasanya orang lebay  kalau<br />
berbicara selalu dibesar-besarkan dari faktanya. Pdt. Dr. Stephen Tong  sangat<br />
kesal terhadap orang seperti ini. Beliau memberi contoh praktisnya.  Pada waktu<br />
itu, ada seorang yang berkata kepada beliau bahwa banyak  pastor/romo yang<br />
berzinah. Pdt. Stephen Tong langsung membantah dan menanya  balik kepada orang<br />
itu, jika banyak pastor/romo yang berzinah, berapa persen  pastor/romo<br />
yang berzinah tersebut? Ternyata orang itu hanya bisa menyebutkan  sedikit. Berarti,<br />
orang lebay ini hendak mengeneralisasi<br />
segala sesuatu.  Saya juga menjumpai realitas akan hal ini di dalam kehidupan<br />
sehari-hari.  Biasanya orang lebay ini<br />
kurang memperhatikan kata-kata, seperti:  “mayoritas”, “banyak”, “beberapa”,<br />
“mungkin”, dll yang mengindikasikan  sesuatu yang spesifik. Di dalam kamus orang<br />
lebay, yang ada hanyalah “semua”  atau/dan<br />
“banyak.” Orang Kristen yang normal berhentilah lebay di dalam  berkata-kata. Bertanggungjawablah ketika kita<br />
menggunakan kata-kata, karena  setiap kata (yang sia-sia) harus kita pertanggung<br />
jawabkan di hadapan Tuhan!  (Mat. 12:36) Ingatlah, bertanggungjawab (bahkan<br />
dalam hal berkata-kata, dll)  TIDAK sama dengan tindakan lebay. Bertanggungjawab adalah pengajaran dan  tuntutan Alkitab,<br />
sedangkan lebay adalah tindakan  dunia<br />
berdosa.</p>
<p>3.<br />
Gaya Hidup dan  Tindakan</p>
<p>Ruang lingkup<br />
ketiga dari orang lebay adalah gaya<br />
hidup  dan tindakannya. Kelebayan gaya<br />
hidup ditandai dengan gaya dan sikap  nyentrik<br />
yang ditunjukkan oleh mayoritas kaum muda zaman sekarang. Mereka  berkata bahwa<br />
hal tersebut gaul. Misalnya, rambut disemir warna yang beraneka  ragam, celana<br />
jeans yang disobek-sobek sedikit, dll. Lama-kelamaan, jika  benar-benar di-lebay-kan, sepatu mereka juga sengaja<br />
disobek-sobek sedikit  biar gaul.</p>
<p>Bagaimana pandangan Kekristenan? Bolehkah orang  Kristen gaul?<br />
Mengenai gaya hidup, ada dua ekstrem yang terjadi yang saya  perhatikan khusus<br />
di dalam kubu Kekristenan (lebih spesifik: Reformed). Di  satu sisi, ada orang<br />
Kristen yang hidup semaunya sendiri (semau  gue),<br />
hang-out sampai malam, dll, tetapi<br />
sayang tidak memerhatikan iman  dan kerohaniannya. Akibatnya, orang ini bisa<br />
dikatakan kurang memiliki  prinsip hidup yang beres. Namun sayangnya<br />
ekstrem lain adalah ada orang  Kristen (khususnya beberapa orang Reformed yang doyan baca buku) menjadi orang  kaku dan<br />
statis. Relasi sosialnya bisa dikatakan parah. Jadul (jaman dulu)  puol,<br />
kata anak muda zaman sekarang. Di antara dua ekstrem, saya  menawarkan<br />
alternatif ketiga dan paradoks yaitu orang Kristen yang beres  harus beriman<br />
beres, namun tidak berarti kita anti terhadap budaya dunia.  Pdt. Thomy Job<br />
Matakupan, M.Div. di dalam khotbahnya tanggal 29 November 2009  sempat<br />
mengatakan bahwa orang Kristen yang berbeda dari dunia bukan berarti  orang<br />
Kristen menjadi aneh, namun yang harus berbeda itu konsep berpikirnya.  Itu<br />
benar. Prinsip hidup kita tetap harus berbeda dari prinsip hidup dunia,  karena<br />
kita adalah orang Kristen yang percaya kepada Allah yang benar.  Prinsip hidup<br />
ini sendiri pun harus kita bedakan, mana yang primer dan mana  yang sekunder. Prinsip<br />
hidup ini harus kita aplikasikan di dalam kehidupan  sehari-hari. Prinsip hidup<br />
yang primer harus kita pertahankan, sedangkan  prinsip hidup yang sekunder TIDAK<br />
perlu terlalu kaku dipertahankan. Sekali  lagi saya tekankan, belajarlah menjadi<br />
orang Kristen yang NORMAL! Dengan  demikian, bolehkah orang Kristen gaul?<br />
Mengutip perkataan Ev. Ivan Kristiono,  M.Div. di dalam Seminar: Panggilan,<br />
Waktu Luang, dan Gaya Hidup di Gereja  Reformed Injili Indonesia (GRII) Ngagel,<br />
Surabaya, orang Kristen harus gaul.  Mengapa? Karena kita harus berelasi sosial<br />
dengan orang lain sebagai pengikut  Kristus. Ingatlah, Kristus sendiri berdoa<br />
kepada Bapa tentang para murid-Nya  dan kita sebagai anak-anak-Nya, “Sama seperti<br />
Engkau telah mengutus Aku ke  dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus<br />
mereka ke dalam dunia; dan Aku  menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya<br />
merekapun dikuduskan dalam  kebenaran.” (Yoh.. 17:18-19)<br />
Perhatikan kedua ayat ini. Kristus mengutus kita  ke dalam dunia dengan<br />
diperlengkapi satu sarana yang luar biasa dahsyat,  yaitu Kebenaran Allah. Kita<br />
yang diutus Kristus ke dunia tentu harus berelasi  dengan dunia kita. Jika tidak<br />
mau berelasi dengan dunia, bagaimana mau  menginjili mereka? Namun ketika<br />
berelasi dengan dunia kita, kita TIDAK boleh  terseret dan mengikuti pola pikir<br />
dan kebiasaan dunia, sebaliknya, kita tetap  berpegang teguh pada Kebenaran.<br />
Baca kembali Roma 12:2. Ini yang saya sebut  sebagai paradoxical Christian life-style (gaya hidup Kristen  yang<br />
paradoks).</p>
<p>4.<br />
Penafsiran</p>
<p>Ruang  lingkup terakhir<br />
dari orang lebay adalah penafsiran.<br />
Mengingat dunia yang  kita hidupi sekarang sarat dengan ide postmodernisme yang<br />
merayakan  pluralitas, maka di bidang penafsiran pun, pluralitas ditekankan.<br />
Pluralitas  ini di“baptis” dalam nama “yesus” dengan ide lebay oleh orang lebay,<br />
kloplah  sudah, heheheJ Saya terus memerhatikan gejala penafsiran orang-orang lebay di  zaman postmodern dan realitas<br />
yang terjadi benar-benar mengerikan. Apa yang  dikatakan seseorang sering kali<br />
ditafsirkan hampir secara tidak  bertanggungjawab. Misalnya, ada orang yang<br />
berkata X dengan maksud X  (meskipun mungkin maksud perkataannya itu bisa<br />
diimplisitkan: Y, Z, dll),  namun secara tidak bertanggungjawab, beberapa (atau<br />
mungkin banyak?) orang  lebay dengan<br />
berani langsung menafsirkan perkataan orang ini bermakna Y,  tanpa<br />
mengklarifikasi kepada orang yang berkata tersebut. Saya pribadi juga  bisa<br />
salah dalam hal ini, namun saya terus-menerus berusaha untuk tidak  sembarangan<br />
menafsirkan. Kesalahan penafsiran mungkin bisa disebabkan oleh  kesalahan<br />
(atau lebih tepatnya, kekurangtelitian) perkataan dari seseorang  yang bisa<br />
bermakna ganda (ambigu). Nah, itu susahnya hidup di zaman  postmodern. Meskipun<br />
TIDAK semua ide postmodernisme itu salah, namun banyak  aspek dan<br />
pengajaran postmodernisme itu salah dan berbahaya. Salah satu  pengajarannya<br />
yang berbahayanya adalah masalah penafsiran ini. Orang bisa  berkata sembarangan<br />
sesuka hatinya dengan maksud ganda dan orang lain yang  menangkap perkataan<br />
orang ini juga bisa menangkapnya dengan maksud ganda.  Saya terus-menerus<br />
berusaha untuk berkata dan menulis dengan hati-hati dan  teliti, sehingga orang<br />
lain tidak salah menangkapnya. Namun meskipun  demikian, masih ada juga orang<br />
lain yang menyalahartikan perkataan dan  tulisan saya. Ya, susah juga sih hidup<br />
di era postmodern,  heheheJ</p>
<p>D.<br />
Macam-macam Orang  Lebay</p>
<p>Setelah mengerti 4<br />
ruang lingkup orang lebay, maka mari<br />
kita  melihat dua macam orang lebay.</p>
<p>1.<br />
Orang Lebay  yang<br />
Biasa</p>
<p>Macam pertama<br />
adalah orang lebay yang biasa.<br />
Biasanya  ciri orang lebay biasa ini<br />
tidak terlalu mencolok dan lebih bersifat  introvert.<br />
Artinya, sikap lebay-nya ini tidak<br />
mau ditonjolkan keluar  (sehingga orang lain tahu) atau/dan sikapnya ini tidak<br />
terlalu memaksa. Orang  seperti ini masih memiliki tingkat toleransi yang cukup<br />
baik. Saya masih  menghargai orang lebay<br />
seperti ini.</p>
<p>2.<br />
Orang  Lebay yang<br />
Otoriter dan Memaksa</p>
<p>Namun, di sisi<br />
lain, ada orang  lebay yang otoriter<br />
dan memaksa. Nah, kalau ada orang lebay<br />
seperti ini  biasanya tingkat toleransinya hampir tidak ada. Orang lebay macam ini biasanya  sangat<br />
kelihatan jelas dan lebih bersifat extrovert.<br />
Orang lain dengan  mudahnya menyebut orang ini sebagai orang lebay karena tingkah laku,  perkataan,<br />
dan hal-hal di dalam dirinya menunjukkan sebagai orang lebay.  Bukan hanya itu saja, sikap lebay-nya ditunjukkannya dengan memaksa orang lain  untuk menuruti<br />
perkataan dan kemauannya (bahkan untuk hal-hal yang sangat  tidak penting).<br />
Misalnya, untuk urusan memilih arah jalan pun, orang lebay  macam ini benar-benar menjengkelkan, karena ia bukan hanya<br />
menyuruh orang  lain untuk menuruti kemauannya, namun juga memerintah bahkan<br />
marah-marah jika  kemauannya tidak dituruti. Kalau orang lain berbeda karakter dari<br />
orang lebay  ini, biasanya orang lebay ini langsung menghina, tanpa mau<br />
mengerti orang  lain yang berbeda. Bagi orang lebay ini, dirinya sendiri yang paling hebat,  pandai, bijaksana,<br />
dll. Bukankah orang seperti ini benar-benar menjengkelkan  dan menjijikkan?<br />
Selain narsis, orang ini jelas bukan orang Kristen yang  beres, karena ia tidak<br />
benar-benar mengakui ketergantungannya kepada Allah  saja dan tentunya tidak<br />
menghargai orang lain sebagai sesama peta dan teladan  Allah.</p>
<p>E.<br />
Akibat Tindakan  Lebay</p>
<p>Setelah mengerti lebay-isme, maka kita perlu memikirkan,<br />
apa  yang menjadi akibat dari tindakan lebay<br />
ini? Hanya satu akibat, yaitu: orang  lebay<br />
biasanya TIDAK mengenal istilah kompromi dan toleransi.  Biasanya<br />
(tentu tidak semua) orang lebay tidak<br />
mau menghormati orang lain  dalam hal-hal sekunder (bahkan tersier) dalam<br />
prinsip dan tindakan. Di dalam  kamus orang lebay,<br />
yang ada adalah kehebatan diri lebih daripada orang lain.  Akibatnya, meskipun<br />
hampir tidak ada orang lain yang memuji dirinya, biasanya  orang lebay macam ini dengan bangganya memuji<br />
dirinya sendiri yang hebat.  Lama-kelamaan, bukan nama Tuhan yang harus dipuji<br />
dan dipermuliakan, tetapi  nama dia sendiri yang diagungkan. Sungguh<br />
mengasihankan orang lebay macam  ini.<br />
Selain harus diinjili, orang lebay<br />
macam ini harus benar-benar diajar  untuk berserah total kepada Allah, karena<br />
konsep berserah total kepada Allah  ini sangat sulit dilakukan oleh orang lebay macam ini.<br />
&#8220;Mengenal Allah  merupakan hal penting untuk menjalani hidup kita.&#8221; (Prof. J. I. Packer, D.Phil.;  Mengenal Allah, hlm. 5)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=58&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/iman-kristen-vs-lebay-isme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GOd vs GOogle ! &#8211; Bag. 2/3</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/god-vs-google-bag-23/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/god-vs-google-bag-23/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 09:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[GOD]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Google Omniscience (Al Alim) &#8211; Maha Tahu Setiap manusia yang melek komputer pasti akan meng-Amin-kan, bahwa Google itu adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Miliaran orang sudah memohon bantuannya, bahkan saya haqul yakin lebih banyak manusia yang mengklik Google daripada yang berdoa. Kepada Google kita berani dan boleh mengajukan permohonan apapun juga; mulai dari keinginan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=56&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google Omniscience (Al Alim) &#8211; Maha Tahu<br />
Setiap manusia yang melek komputer  pasti akan meng-Amin-kan, bahwa Google<br />
itu adalah sumber dari segala ilmu  pengetahuan. Miliaran orang sudah memohon<br />
bantuannya, bahkan saya haqul yakin  lebih banyak manusia yang mengklik<br />
Google daripada yang berdoa. Kepada Google  kita berani dan boleh mengajukan<br />
permohonan apapun juga; mulai dari keinginan  melihat gambar porno sampai<br />
bagaimana caranya membuat Bom. Permohonan seperti  itu pasti tidak akan Anda ajukan dalam doa.<br />
<span id="more-56"></span><br />
Begitu kita mendaftarkan  diri, walaupun hanya sekedar untuk mendapatkan<br />
alamat email ataupun di  Facebook, mulai saat itu pula Anda telah menjual<br />
jiwa dan kehidupan Anda  kepada Sang Komputer. Tidak ada bedanya seperti<br />
Faust yang telah menjual  jiwanya kepada iblis. Mendaftarkan diri di<br />
komputer, ini sama seperti juga  kita telah menerima komputer sebagai illah<br />
kita, dalam agama Kristen ini sama  seperti juga di baptis atau di sunat<br />
dalam agama Islam. Sebagai bukti nyata  kesediaan kita untuk mengabdi kepada<br />
illah komputer.</p>
<p>Mulai saat itu  pula kita akan menyembah dan memberhalakan Google, sehingga<br />
akhirnya bukan  hanya sekedar lupa waktu, lupa keluarga, bahkan lupa akan<br />
Allah yang  sebenarnya. Telah terbuktikan, bahwa tidak pernah ada manusia<br />
yang kecanduan  terhadap Tuhan, tetapi sudah jutaan orang yang kecanduan<br />
komputer. Hal ini  merupakan satu bukti nyata bahwa komputer itu jauh lebih<br />
berkuasa daripada  illah manapun juga.</p>
<p>Sekali kita menjual jiwa diri kita kepada sang  Google, bukan saja seumur<br />
hidup kita akan terekam Google; melainkan sepanjang  masa atau abadi. Nama<br />
Anda akan tercantum terus untuk selama-lamanya di dalam  buku kehidupan<br />
Google sebagai salah satu umat penyembahnya. Satu ikatan yang  tidak bisa<br />
dilepaskan lagi.</p>
<p>Miliaran manusia setiap harinya, siang dan  malam, 24 jam sehari, tiada<br />
henti-hentinya<br />
mempersembahkan makanan/data  kepada Google, sehingga pengetahuannya setiap<br />
detik semakin bertambah. Kita  mempersembahkan bukan hanya sekedar data saja,<br />
mulai dari foto (Flikr), film  (YouTube) s/d rekaman (YouMusic). Misalnya 13<br />
sonata lengkap dari Mozart  sudah terekam. Google Earth mengetahui setiap<br />
meter tempat di kolong langit  ini. Selain itu Google Books telah merekam<br />
jutaan buku. Tanya saja  pengetahuan apa yang masih belum dikuasai oleh mbah<br />
Google?</p>
<p>Tidak bisa  dipungkiri bahwa mang Ucup termasuk salah penyembah Google yang<br />
paling setia  dan rajin. Berapa banyak sudah artikel yang saya persembahkan<br />
kepadanya.  Secara tidak langsung saya telah mempersembahkan seluruh isi otak<br />
maupun  pengetahuan yang saya miliki kepada mbah Google. Setiap hari bukannya<br />
diawali  ataupun diakhiri dengan doa melainkan dengan komputer. Benda yang<br />
pertama  dijamah bukannya istri atau anak, melainkan komputer.</p>
<p>Komputer bukan saja  mengetahui segala-galanya, bahkan ia bisa mengetahui<br />
seluruh lubuk isi hati  anda? Mulai dari yang terburuk sampai yang terbaik.<br />
Ia mengetahui semuanya  maklum seluruh jejak kehidupan sehari-hari kita telah<br />
terekam semua. Misalnya  berapa kali dan dengan siapa saja si Pulan<br />
berselingkuh? Rayuan gombal apa  saja yang sudah si Pulan kirimkan, dan<br />
kepada siapa dst-nya.</p>
<p>Ia juga  mengetahui dimana orang menyimpan hasil uang korupsi dan kejahatan<br />
apa saja  yang sudah direncanakan ataupun yang pernah dilakukan. Masalahnya<br />
begitu anda  berkomunikasi dengan menggunakan alat elektronik mulai dari HP<br />
s/d komputer  semuanya bisa ditelurusi, mulai dimana anda berada s/d apa saja<br />
yang sedang  anda lakukan. Big brother watching you! Jadi tidaklah salah<br />
apabila saya  menilai bahwa sang komputer itu benar-benar Maha Tahu atau  Al<br />
Alim.</p>
<p>Omnipresence &#8211; Maha Hadir<br />
Oleh sebab itulah juga tidaklah  berkelebihan, apabila saya menilai bahwa<br />
komputer itu juga layak untuk  dinobatkan sebagai Omnipresence atau Maha<br />
Hadir, karena ia itu Maha Lihat (Al  Basir) dan Maha Mendengar (Al Sami).<br />
Siapa saja, dimana saja dan kapan saja  dapat selalu memohon kepadanya.</p>
<p>Maka dari itulah juga apabila terjadi  kejahatan; entah kejahatan apapun<br />
juga, polisi selalu berusaha untuk  mendapatkan HP maupun komputer dari sang<br />
tersangka, karena disitu terekam  semua jejak kita.</p>
<p>Seperti juga yang tercantum dalam Alkitab: Mintalah,  maka akan diberikan<br />
kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; klik-lah,  maka Google akan<br />
dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima  dan setiap<br />
orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang meng-klik,  baginya Google<br />
dibukakan (Matius 7:7-8). Maklum mbah Google itu adalah  Mahaguru (Vahiguru)<br />
bagi umat manusia.</p>
<p>Mungkin inilah yang membuat  kejatuhan umat manusia seperti yang dicantumkan<br />
dalam Alkitab: Tetapi ular  itu berkata kepada perempuan itu: &#8220;Sekali-kali<br />
kamu tidak akan mati, tetapi  Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu<br />
memakannya (mengklik Google) matamu  akan terbuka, dan kamu akan menjadi<br />
seperti Allah, tahu tentang yang baik dan  yang jahat.&#8221; (Kej 3:4). Maka<br />
wajarlah sehingga akhirnya: Berfirmanlah TUHAN  Allah: &#8220;Sesungguhnya manusia<br />
itu telah menjadi seperti salah satu dari KITA,  tahu tentang yang baik dan<br />
yang jahat; (Kej 3:22)</p>
<p>Mang Ucup<br />
Email:  mang.ucup&lt;at&gt;gmail.com<br />
Homepage: <a href="http://www.mangucup.org/">www.mangucup.org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=56&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/06/god-vs-google-bag-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.200000 106.883000</georss:point>
		<geo:lat>-6.200000</geo:lat>
		<geo:long>106.883000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stress itu Tantangan Hidup</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/stress-itu-tantangan-hidup/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/stress-itu-tantangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Rabu tgl 11 Nov kemarin, kiper tim nasional Jerman dan Hannover 96, Robert Enke (32) telah melakukan bunuh diri dengan melemparkan dirinya ke bawah kereta api express. Hal ini diakibat dari rasa stress dan depresi yang bekepanjangan.  Mulai dari ditinggal mati putri kesayangannya satu-satunya yang meninggal dalam usia dua tahun, akibat dari penyakit jantung yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=53&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Rabu tgl 11 Nov kemarin, kiper tim nasional Jerman dan Hannover<br />
96,  Robert Enke (32) telah melakukan bunuh diri dengan melemparkan dirinya ke  bawah kereta api express. Hal ini diakibat dari rasa stress dan depresi yang  bekepanjangan.  Mulai dari ditinggal mati putri kesayangannya<br />
satu-satunya  yang meninggal dalam usia dua tahun, akibat dari penyakit<br />
jantung yang  misterius. Belum lagi stress menjadi anggota dari tim nasional<br />
sepakbola  Jerman, dimana dalam setiap pertandingan selalu timbul pertanyaan:<br />
&#8220;Apakah  dalam pertandingan berikutnya saya akan terpilih?&#8221;<br />
<span id="more-53"></span><br />
Kesuksesan itu tidak  selalu membawa hal-hal yang positif, masalahnya semakin<br />
sukses seseorang,  pada umumnya jadwal kerja maupun tanggung jawabnya pun<br />
semakin bertambah  pula, belum lagi target bulanan yang harus dipenuhi.<br />
Kehidupan seperti itu  membuat seseorang jadi rentan penyakit yang namanya<br />
stress.</p>
<p>Stress ini  bukan saja membuat kita jadi sakit, tapi juga menyebabkan kita<br />
bersikap buruk  terhadap orang-orang dekat di sekitar kita. Akibat sress<br />
tersebut kita jadi  cepat tersinggung sehingga untuk hal-hal yang kecil<br />
sekalipun; kita langsung  ngambek. Maka tidaklah heran, apabila banyak<br />
terjadi perceraian. Buat apa  kesuksesan tersebut apabila akhirnya kita<br />
ditinggal pergi oleh orang yang  kita kasihi. Pada umumnya orang yang stress<br />
jadi merokok lebih banyak ataupun  mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.</p>
<p>Stress bukan saja diakibatkan  karena masalah pekerjaan saja, tetapi sering<br />
juga terjadi, karena kesulitan  keuangan ataupun ditinggal oleh orang yang<br />
kita kasihi.</p>
<p>Saya yakin  setiap manusia pernah mengalami Stress. Jangankan orang biasa<br />
seperti saya  dan Anda para nabi sekalipun seperti Eliah, Musa, Ayub, Jakob,<br />
Yeremia bahkan  Tuhan Yesus sendiri pernah mengalami stress berat sampai Ia<br />
mengeluarkan  keringat berupa darah.</p>
<p>Stress timbul karena adanya rasa gelisah dan tidak  ada rasa damai dihati<br />
oleh sebab itulah juga Tuhan Yesus bersabda: &#8220;.  janganlah gelisah dan gentar<br />
hatimu&#8221; (Yoh 14:27).</p>
<p>Penyebab utama dari  stress adalah pikiran dan otak kita sendiri. Kitalah<br />
yang menentukan apakah  kita mau hidup dalam keadaan stress ataukah tidak?</p>
<p>Pada umumnya saya  pribadi jarang mengalami stress, karena adanya problem.<br />
Keseimbangan saya  baru goyah dan mulai merasa stress, apabila saya ditinggal<br />
oleh orang yang  saya kasihi misalnya ditinggal mati oleh sahabat ataupun<br />
orang  tua.</p>
<p>Apabila terjadi problem atau masalah di dalam kehidupan saya,  pertama saya<br />
mengucapkan banyak terima kasih, karena telah diberikan  kepercayaan untuk<br />
mengatasi problem tersebut. Setiap problem yang timbul saya  nilai ini<br />
sebagai satu tantangan atau latihan. Sama seperti juga olahragawan  semakin<br />
tangguh lawannya; ia merasa semakin bangga, karena telah  mendapatkan<br />
kepercayaan untuk bertanding dengan lawan yang lebih  tangguh.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang stress itu membuat Fun  atau<br />
menggembirakan kita. Misalnya dengan naik jet coaster, arum jeram  ataupun<br />
terjun bungee, bahkan mengadakan perjalanan jauh pun sudah bisa  dianggap<br />
sebagai stress yang dicari. Tanyalah sama diri sendiri apakah tidak  stress<br />
kalau kita pulang mudik pada saat Lebaran ataupun liburan akhir tahun?  Jadi<br />
tidaklah salah dengan adanya stress ini dapat membuat hidup kita  menjadi<br />
lebih hidup!</p>
<p>Problem akan selalu timbul disetiap kehidupan  manusia, sama seperti juga<br />
datangnya hujan. Apakah bisa saya melawan agar  tidak terjadi hujan? Tentu<br />
tidak! Yang penting adalah bagaimana saya  menyikapi situasi tersebut.<br />
Misalnya apabila hujan datang, jangan langsung di  vonis dan mengeluh sebagai<br />
hari buruk, melainkan terima kenyataan tersebut  sebagai fakta bukannya<br />
sebagai problem. Keluhan akan membuat kita berpikiran  negativ hal inilah<br />
yang membuat orang jadi stress.</p>
<p>Joseph Scriven pada  saat ia diputus oleh tundangannya, pada awalnya ia<br />
merasa stress. Ia berusaha  untuk tidak menilai hal ini sebagai musibah<br />
melainkan sebagai tantangan.  Akhirnya ia mendapatkan hikmah, dimana ia<br />
meraskan, bahwa kasih Allah itu ada  jauh lebih besar daripada kasih manusia.<br />
Dari sinilah awalnya lagu &#8220;What a  Friend We Have in Jesus&#8221; hasil karya<br />
Joseph Scriven tersebut. Lagu yang  sangat indah dan merupakan lagu<br />
kesenangannya Mang Ucup.</p>
<p>Rasul Paulus  sendiri pernah mengalami stress berat. Pada awalnya ia<br />
memandang hal itu  sebagai kelemahan yang membatasi, tetapi kemudian ia<br />
menganggapnya sebagai  kekuatan surgawi.&#8221; Oleh karena itu, Paulus dapat<br />
bersaksi, &#8220;Aku rela dan  senang di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di<br />
dalam kesukaran, di dalam  penganiayaan dan kesesakan &#8230;. Sebab jika aku<br />
lemah, maka aku kuat&#8221; 2Kor  12:10</p>
<p>Berapa kali kita mengalami dimana kita berdoa dan memohon agar  kita<br />
dilepaskan dari segala problem maupun stress yang sedang kita hadapi,  tetapi<br />
kenyataannya permohonan ini tidak digubris. Dalam hal ini kita  harus<br />
mengikuti teladan dari Paulus dimana ia merasa telah lebih dari  cukup<br />
karunia yang ia dapatkan. Tuhan dapat merubah kelemahan duniawi kita  menjadi<br />
kekuatan surgawi. Kelemahan kita adalah berkat, pada saat kita  bersandar<br />
pada kekuatan Allah.</p>
<p>Mang Ucup<br />
Email:  mang.ucup&lt;at&gt;gmail.com<br />
Homepage: <a href="http://www.mangucup.org/">www.mangucup.org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=53&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/stress-itu-tantangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CACING TANAH</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/cacing-tanah/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/cacing-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[cacing tanah]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[Lenny Klemstein]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Manakah yang paling mulia di antara anjing, sapi, dan cacing tanah? Sebagian mungkin memilih anjing karena pengabdiannya. Sebagian lagi mungkin memilih sapi karena kegunaannya. Sedangkan untuk cacing tanah, saya rasa tidak banyak yang akan memilihnya. Namun, kalau kita mau berpikir lebih dalam, sebetulnya kita berutang banyak kepada cacing. Cacing membantu mengubah sampah menjadi pupuk. Cacing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=49&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma;"><span style="color:#984d2d;font-size:x-small;"><span style="color:#984d2d;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><span style="color:#984d2d;font-size:x-small;"> </span></span></p>
<div id="attachment_50" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://enggis.files.wordpress.com/2009/12/cacing-tanah.jpg"><img class="size-full wp-image-50" title="cacing tanah" src="http://enggis.files.wordpress.com/2009/12/cacing-tanah.jpg?w=600&#038;h=138" alt="cacing tanah" width="600" height="138" /></a><p class="wp-caption-text">cacing tanah</p></div>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><span style="color:#984d2d;font-size:x-small;"><span style="color:#984d2d;"> <strong>Manakah yang paling mulia di  antara anjing, sapi, dan cacing tanah? Sebagian mungkin memilih anjing karena  pengabdiannya. Sebagian lagi mungkin memilih sapi karena kegunaannya. Sedangkan  untuk cacing tanah, saya rasa tidak banyak yang akan memilihnya. Namun, kalau  kita mau berpikir lebih dalam, sebetulnya kita berutang banyak kepada cacing.  Cacing membantu mengubah sampah menjadi pupuk. Cacing juga menggemburkan tanah,  sehingga bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Bahkan, ada yang berkata bahwa tanpa  cacing tanah, akan ada krisis pangan yang besar di dunia  ini.</strong></span></span></span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></div>
<p><span style="font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;"><strong><span id="more-49"></span>Demikianlah, tidak ada satu  komponen pun di alam yang tidak berguna. Bahkan yang tampak remeh pun ternyata  sangat esensial.</strong></span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"> </span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"><strong>Hal yang sama juga berlaku dalam  struktur umat Allah, seperti yang tertulis dalam perikop Alkitab hari ini.  Masing-masing kelompok orang Lewi memiliki tugasnya sendiri. Ada yang bertugas  mengurusi tenda, perabotan, bahan bangunan, maupun tempat kudus Kemah Pertemuan.  Semuanya sama pentingnya dan harus dihargai. Sebab, kalau satu dari mereka tidak  menjalankan tugasnya, maka peribadatan Israel bisa  berantakan.</strong></span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></div>
<div><span style="font-family:Verdana;"><strong>Fakta ini bisa kita tarik ke  kehidupan bergereja, bahkan kepada masyarakat umum. Setiap kita memiliki  perannya masing-masing, dan semuanya sama pentingnya. Karena itu, tidak perlu  merasa rendah diri kalau kita memiliki peran yang sering dianggap remeh. Dan  jangan menjadi sombong dan meremehkan orang lain kalau kita memiliki peran yang  sering dianggap mulia. Sebab, tanpa salah satu dari peran tersebut, gereja dan  masyarakat akan berantakan. </strong><strong>~~</strong> <strong>SEMUA PERAN  YANG ADA DALAM GEREJA DAN MASYARAKAT SAMA PENTINGNYA DAN HARUS DIHARGAI</strong> <strong>~~</strong></p>
<p></span></div>
<div>
<hr /></div>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"> </span></p>
<div><span style="font-family:Verdana;color:#984d2d;font-size:xx-small;"><em>Sumber: </em></span><a href="http://www.renunganharian.net/"><span style="font-family:Verdana;color:#984d2d;font-size:xx-small;"><em>Renungan Harian</em></span></a></div>
<div><span style="font-family:Verdana;color:#984d2d;font-size:xx-small;"><em>Penulis:  ALS</em></span></div>
<div><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><em> </em></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=49&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/cacing-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://enggis.files.wordpress.com/2009/12/cacing-tanah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cacing tanah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa-Satu-Menit : Senin 16 November 2009</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-senin-16-november-2009/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-senin-16-november-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Yesus, terima kasih karena cintaMu tak pernah pupus sedikitpun untuk kami, tanpa cinta dan kasih sayangMu tentulah kami akan seperti bunga yang kering karena kekurangan air. Engkau menyirami kami dengan kasihMu yang tak berkesudahan, memberi kami pupuk dengan firmanMu yang membuat kami bertumbuh subur. Ya Tuhan, kami ingin selalu berada dekat denganMu, dalam perlindungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=47&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tuhan Yesus,</strong></p>
<p>terima kasih  karena cintaMu tak pernah<br />
pupus sedikitpun untuk kami,<br />
tanpa cinta dan  kasih sayangMu tentulah<br />
kami akan seperti bunga yang kering<br />
karena  kekurangan air.<br />
<span id="more-47"></span><br />
Engkau menyirami kami dengan<br />
kasihMu yang tak  berkesudahan,<br />
memberi kami pupuk dengan firmanMu<br />
yang membuat kami  bertumbuh subur.</p>
<p>Ya Tuhan,<br />
kami ingin selalu berada dekat  denganMu,<br />
dalam perlindungan dan penyertaanMu.<br />
Engkaulah Sang Pemberi  kehidupan,<br />
dan kami bergantung kepadaMu agar<br />
kami tetap dapat  hidup,<br />
bukan hanya sekedar menjalani hidup,<br />
namun menjadikan hidup kami  ini<br />
berarti dan berguna bagi sesama kami.</p>
<p>Kami ingin seperti  bunga<br />
yang mekar indah, memberikan kenyamanan<br />
dan suka cita bagi yang  melihatnya,<br />
dan keharumannya memberi kesegaran<br />
yang menyejukkan bagi orang  &#8211; orang<br />
di sekitar kami.</p>
<p>Terima kasih Tuhan Yesus.<br />
Segala pujian,  hormat, dan syukur<br />
kami naikkan bagiMu.</p>
<p>Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=47&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-senin-16-november-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa-Satu-Menit : Minggu 15 November 2009</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-minggu-15-november-2009/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-minggu-15-november-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan yang kami kasihi, semua yang kami lihat atau sentuh dengan tangan kami akan lekang oleh waktu atau menjadi rusak. Anggota keluarga dan orang-orang yang dekat di hati kami pada saatnya akan menghilang dari hidup kami. Namun, saat kami berkontemplasi tentang keabadian, kami dipenuhi dengan puji-pujian yang tidak henti-hentinya bergema, dan kami sadar ya Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=45&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tuhan yang kami  kasihi,</strong></p>
<p>semua yang kami lihat atau sentuh<br />
dengan tangan kami akan  lekang<br />
oleh waktu atau menjadi rusak.<br />
<span id="more-45"></span><br />
Anggota keluarga  dan<br />
orang-orang yang dekat di hati kami<br />
pada saatnya akan menghilang dari  hidup kami.</p>
<p>Namun, saat kami berkontemplasi<br />
tentang keabadian,<br />
kami  dipenuhi dengan puji-pujian<br />
yang tidak henti-hentinya bergema,<br />
dan kami  sadar ya Tuhan<br />
bahwa Engkaulah yang berkuasa selamanya.</p>
<p>KerajaanMu tak  akan berakhir.<br />
Kami berkumpul dengan saudara-saudari<br />
seiman dari seluruh  dunia,<br />
dari seluruh dunia,<br />
dari berbagai suku bangsa,<br />
bahasa, dan  bangsa untuk memuji<br />
namaMu, Tuhan Yesus Kristus,<br />
Raja kami selama-lamanya  !</p>
<p>Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=45&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-minggu-15-november-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa-Satu-Menit : Sabtu 14 November 2009</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-sabtu-14-november-2009/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-sabtu-14-november-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:13:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Yesus, meskipun aku mengaku sebagai muridMu, pengikutMu, aku telah mengikuti jalanku sendiri. Aku tergoda untuk menentukan nasibku sendiri, penyimpanganku hanyalah menghasilkan hati yang keras terhadap Engkau. Dengan mencari jalanku sendiri, aku telah memperhadapkan diriku pada murkaMu dan aku telah kehilangan jalanku. Ampunilah aku Tuhan, aku yang mengaku berhikmat, tetapi sesungguhnya aku ini bodoh. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=43&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tuhan Yesus,</strong></p>
<p>meskipun aku  mengaku sebagai muridMu, pengikutMu,<br />
aku telah mengikuti jalanku  sendiri.<br />
Aku tergoda untuk menentukan nasibku sendiri,<br />
penyimpanganku  hanyalah menghasilkan<br />
hati yang keras terhadap Engkau.<br />
Dengan mencari  jalanku sendiri,<br />
aku telah memperhadapkan diriku pada murkaMu<br />
dan aku  telah kehilangan jalanku.<br />
<span id="more-43"></span><br />
Ampunilah aku Tuhan,<br />
aku yang mengaku  berhikmat,<br />
tetapi sesungguhnya aku ini bodoh.<br />
Aku mengakui dosa  pemberontakanku.<br />
Aku sadar bahwa pemberontakan yang kulakukan  adalah<br />
seperti ilmu sihir, karena aku telah merampas kekuasaanMu<br />
untuk  keuntungan diriku sendiri.<br />
Dengan meninggalkan semua otoritas lainnya,<br />
aku  telah menjadi sebuah hukum bagi diriku sendiri.</p>
<p>Aku mengakui bahwa dengan  menolak<br />
untuk berjalan di dalam ketaatan<br />
kepada orang-orang yang Engkau  tempatkan di atas aku,<br />
aku sedang memberontak terhadap Engkau.<br />
Hal itu  juga berarti bahwa aku telah mendukakan Roh Kudus<br />
dan diriMu  Tuhan.</p>
<p>Tolonglah aku Tuhan,<br />
untuk sungguh taat kepada  pimpinanMu,<br />
tidak mengeraskan hati dan mau mendengar suaraMu.<br />
Bentuklah  aku Tuhan,<br />
agar aku dapat menjadi bejana yang memuliakan  namaMu.</p>
<p>Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=43&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-sabtu-14-november-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Awet Muda</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/rahasia-awet-muda/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/rahasia-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[DSM_CHAT]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia awet muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hanya bagi para manula saja yang ingin tampil awet muda melainkan bagi mereka usianya baru mencapai 30 tahun sekalipun ingin tetap Look Younger Still Sexy sedangkan bagi yang lain; mungkin jauh lebih penting Living Longer Still Healthy. Agar bisa tampil awet muda orang dapat melakukan berbagai macam cara. Mulai dari operasi bedah plastik sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=41&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hanya bagi para manula saja yang ingin tampil awet muda melainkan  bagi<br />
mereka usianya baru mencapai 30 tahun sekalipun ingin tetap Look  Younger<br />
Still Sexy sedangkan bagi yang lain; mungkin jauh lebih penting  Living<br />
Longer Still Healthy.<br />
<span id="more-41"></span><br />
Agar bisa tampil awet muda orang dapat  melakukan berbagai macam cara. Mulai<br />
dari operasi bedah plastik sampai dengan  suntik botok. Hanya sayangnya<br />
selain mahal harganya; apa yang mereka lakukan  ini hanya sekedar memperbaiki<br />
bungkus atau kulitnya saja, tetapi dalamnya  tetap saja keropok dan rapuh.</p>
<p>Selain memiliki penampilan yang jauh lebih  muda, kebanyakan orang juga ingin<br />
memiliki umur panjang. Untuk mencapai usia  120 tahun pada zaman sekarang<br />
ini, bukanlah khayalan lagi. Nabi Nuh saja  usianya bisa mencapai 120 tahun.<br />
Walaupun demikian apakah dalam usia tersebut  kita masih sehat? Buat apa<br />
hidup sampai ratusan tahun, tetapi disiksa dengan  berbagai macam penyakit?<br />
Maka dari itulah agar kita bisa hidup lebih lama dan  juga tetap sehat, kita<br />
harus memelihara dan juga menjaga kebugaran tubuh  maupun otak kita.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri, semakin bertambahnya usia, kita  sering lupa bahkan<br />
terkadang sering bingung. Hal ini pada umumnya terjadi  karena kita tidak<br />
memanfaatkan otak kita. Bukan sekedar tubuh saja yang  membutuhkan olahraga,<br />
tetapi otakpun harus tetap dilatih dan diasah sebagai  senam otak (brain<br />
gym). Misalnya dengan menulis atau bergabung di berbagai  macam milis,<br />
membaca, teka-teki silang, puzzle. Sedangkan yang membuat otak  ini jadi<br />
tumpul apabila kita mengkonsumsi film sinetron seharian dari pagi  s/d malam.</p>
<p>Use it or lose it<br />
Itulah kunci utamanya agar kita bisa  tetap enjoy pada saat merayakan HUT<br />
yang ke 120 tahun. Perlu diketahui bahwa  seseorang bukannya tidak bisa<br />
bergerak karena Tua; tapi mereka menjadi Tua  karena TIDAK mau bergerak!<br />
Bukan saja tubuh otakpun demikian apabila  lama-kelamaan jarang dipakai akan<br />
menurun drastis fungsinya.</p>
<p>Telah  terbuktikan bahwa tikus yang banyak bergerak (berolahraga),  jumlah<br />
sel-sel otak baru mereka tumbuhnya dua kali lipat jauh lebih  banyak<br />
ketimbang dari tikus yang hanya santai diam di kandang. Sumber:  Nature<br />
Neuroscience.</p>
<p>Bagaimana rahasianya agar dihari tua; kita bisa  tetap nyaman, sehat dan<br />
bahagia?<br />
1. Aktivitas Fisik<br />
Olahraga tidak  perlu harus yang berat-berat. Cukup dengan olahraga ringan<br />
misalnya joging  atau jalan kaki setiap pagi sambil menghirup udara segar<br />
akan dapat membantu  kebugaran anda.<br />
2. Asupan Makanan Bergizi<br />
Sebaiknya jumlah lemak dalam  makanan dibatasi, terutama lemak hewani. Lebih<br />
baik makan ikan daripada  daging. Meningkatkan konsumsi sayuran dan<br />
buah-buahan. Mengurangi makanan  yang manis-manis maupun gorengan. Disamping<br />
itu usahakan agar banyak minum  air putih minimum 1,5 liter sehari. Jauhi<br />
softdrink atau minuman yang  manis-manis.<br />
3. Gaya Hidup<br />
Jangan merokok dan usahakan cukup waktu untuk  tidur<br />
4. Faktor Psikologi<br />
Usahakan agar lebih sering bergaul dengan  keluarga maupun sahabat ataupun<br />
rekan-rekan sejawat. Misalnya reuni, arisan  ataupun olahraga bareng dsb-nya</p>
<p>Percayalah apabila Anda melakukan hal-hal  tersebut diatas, Anda akan bisa<br />
tetap awet muda dan juga hidup  sehat.</p>
<p>Mang Ucup<br />
Email: <a href="mailto:mang.ucup%40gmail.com">mang.ucup@gmail.com</a><br />
Homepage:  www.mangucup.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=41&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/rahasia-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa-Satu-Menit : Jumat 13 November 2009</title>
		<link>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-jumat-13-november-2009/</link>
		<comments>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-jumat-13-november-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 01:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enggis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Milis Doa Satu Menit]]></category>
		<category><![CDATA[doa satu menit]]></category>
		<category><![CDATA[mang ucup]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enggis.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ya Tuhan Yesus, gerakkan hatiku dengan aliran rahmatMu yang lembut dan tenang. Biarlah sungai kasihMu mengalir memenuhi jiwaku. Biarlah jiwaku hanyut dalam gelombang kasihMu, menuju lautan surga yang luas dan tak terbatas. Ya Tuhan, aku mengoyakkan hati dan jiwaku. Aku ingin Engkau hadir dan tinggal di sana, di dalam luka-luka jiwaku. Ya Tuhan yang terkasih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=39&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ya Tuhan Yesus,</strong></p>
<p>gerakkan  hatiku dengan aliran rahmatMu<br />
yang lembut dan tenang.<br />
Biarlah sungai  kasihMu mengalir memenuhi jiwaku.<br />
Biarlah jiwaku hanyut dalam gelombang  kasihMu,<br />
menuju lautan surga yang luas dan tak terbatas.<br />
<span id="more-39"></span><br />
Ya Tuhan, aku  mengoyakkan hati dan jiwaku.<br />
Aku ingin Engkau hadir dan tinggal di  sana,<br />
di dalam luka-luka jiwaku.</p>
<p>Ya Tuhan yang terkasih,<br />
terima  kasih atas hari yang indah dalam hidupku.<br />
Terima kasih karena Engkau  mengasihi aku<br />
dan memberikan aku apa yang kuingini dalam hidupku.<br />
Aku  berdoa untuk keluargaku, dan teman-temanku,<br />
untuk kesehatan dan kesejahteraan  mereka.</p>
<p>Tolonglah kami semua melalui pencobaan dan<br />
penderitaan kami  dengan tabah, bertekun di dalam doa<br />
dan iman, serta berharap  kepadaMu.</p>
<p>Aku berterima kasih atas semua yang boleh<br />
terjadi dalam  hidupku dan karena Engkau<br />
telah membimbingku, menjadikan hidupku lebih  baik.</p>
<p>Aku akan mengasihiMu dan memujiMu selamanya.<br />
Aku menantikan  bimbinganMu dan kasihMu agar<br />
senantiasa berada di dalam jalanMu Tuhan.<br />
Aku  panjatkan doa ini di dalam namaMu,<br />
ya Tuhan Yesus, Juru  Selamatku.</p>
<p>Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enggis.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enggis.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enggis.wordpress.com&amp;blog=10787452&amp;post=39&amp;subd=enggis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enggis.wordpress.com/2009/12/05/doa-satu-menit-jumat-13-november-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bcad1b8aab3564381ebf422f86cd11e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">enggis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
